⛈️ Lirik Lagu Sunda Mang Koko
Laguberbahasa Sunda ini bercerita tentang kebutuhan sehari-hari yang begitu banyak sehingga ia meminjam kepada Kosipa atau Koperasi Simpan Pinjam. Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Sancang dari Yayan Jatnika. Simak lirik dan chord lagu "Kosipa" dari Yayan Jatnika berikut ini. Intro: Em.
KokoKoswara, biasa dipanggil Mang Koko, (lahir di Indihiang, Tasikmalaya, 10 April 1917 - meninggal di Bandung, 4 Oktober 1985 pada umur 68 tahun) adalah seorang seniman Sunda. Ayahnya Ibrahim alias Sumarta, masih keturunan Sultan Banten (Sultan Hasanuddin). Lirik lagu Sunda, Lagu Sunda, lirik sunda,
Dibawah ini ada 35 Lirik Lagu Karya Maestro Sunda Mang Koko atau Koko Koswara. Anda bisa juga mendownload File Microssoft Word nya Disini . 1. Kembang tanjung panineungan. Anaking jimat awaking. Basa ema mulung tanjung rebun rebun. Dipakarangan nu reumis keneh. Harita keur kakandungan kuhidep.
MangKoko. Koko Koswara, biasa dipanggil Mang Koko, (lahir di Indihiang, Tasikmalaya, 10 April 1917 - meninggal di Bandung, 4 Oktober 1985 pada umur 68 tahun) adalah seorang seniman Sunda. Ayahnya Ibrahim alias Sumarta, masih keturunan Sultan Banten (Sultan Hasanuddin).
4 Lirik Lagu Wajib Belajar. Demikian postingan pagi hari ini tentang Lagu Sunda Karatagan Pahlawan yang diciptakan Oleh Bapak Koko Koswara (Mang Koko) semoga bermanfaat. Selamat berliburan bersama keluarga, jangan lupa berdoa dan periksa kendaraan anda sebelum bepergian serta hati-hati dijalan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan.
Kaliini saya akan share Lirik Lagu Sunda Cinta Nusa yang di Ciptakan oleh Mang Koko Koswara. Selain itu saya share juga Lirik Lagu Cinta Nusa dan saya pasang Link Download Lagu Sunda Cinta Nusa mp3 nya untuk arsip di blog ini. Untuk Video Youtube nya nanti akan saya cari dulu yah hehe. Kalau nggak ada ya nanti saya buatkan Video Lirik Lagu Sunda Cinta Nusa di Youtube.
Lirik"Sabilulungan" - Mang Koko Posted by : Baru Baru 322 on :Jumat, 25 Oktober 2013 Saved under : Lirik Lagu Sunda With 0 comments Sabilulungan Sabilulungan, urang gotong-royong Sabilulungan, urang silih rojong Sabilulungan, genteng ulah potong Sabilulungan, persatuan tembong
Bacajuga: Lirik dan Chord Lagu Daerah Jawa Barat, Sabilulungan. Berikut ini lirik lagu "Tanah Sunda" ciptaan Mang Koko: Tanah Sunda gemah ripah. nu ngumbara suka betah. Urang Sunda sing Towéksa. nyangga darma anu nyata. Seuweu Pajajaran. muga tong kasamaran. sing tulatén jeung rumaksa.
6Lirik Lagu Karya Mang Koko - Kliningan dan Kecapi . A. Keterangan Album : Kliningan dan Kecapi Karya Mang Koko. 1. Album : Sariak Layung. 2. Ucapan jaya perkosa baheula di catat ku urang sunda ayeuna. Mun hanjuang ieu pe'rang. Ciri na paman ka sorang. Mun hanjuang ieu hurip. Eta tanda unggul jurit. Miang nu perang.
Mengenanglagu Sunda lawas berjudul Tanah Sunda karya seniman besar Sunda Mang Koko. Selain itu dalam rangka ngamumule basa Sunda iwal ku urang Sunda. Juga d
0312. Convert Mp3 or Mp4. Lyrics / Lirik Tembang Sunda : Yu atuh urang enggalkeun. Yu atuh urang enggal hijikeun. Ulah rek dilami - lami. Ulah rek diengke - engke deui. Yu atuh kang enggalkeun. Naon deui atuh kang naon deui.
PostinganHari ini adalah Lagu Sunda Karatagan Pahlawan yang diciptakan Oleh Bapak Koko Koswara (Mang Koko) dan masih tentang Menyambut Hari Pahlawan 10 November 2017.Sebetulnya sudah banyak yang Share Lirik Lagu Sunda Karatagan Pahlawan atau Lagu Teu Honcewang ini, baik di Blog, Website maupun di Youtube.Tapi untuk referensi di Blog Belajar dan Berbagi ini saya cari-cari belum pernah posting
NQ1hi. Tasikmalaya - Bagi masyarakat Kota Tasikmalaya tentu sudah tak asing dengan Jalan Mang Koko yang berada di wilayah Kecamatan Indihiang. Jalan ini menjadi penghubung dua jalan protokol yakni Jalan Letnan Ibrahim Adji dan Jalan Letnan siapakah Mang Koko yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kota Tasikmalaya? "Mang Koko adalah legenda musisi Sunda yang sosoknya menjadi kebanggaan masyarakat Tasikmalaya," kata seniman dan budayawan Tasikmalaya, Nazarudin Azhar, belum lama Nunu, sapaan akrab Nazarudin Azhar, sosok Mang Koko layak mendapatkan apresiasi atas karya dan kiprahnya dalam bidang kesenian Sunda. "Saya menjadi salah seorang yang terlibat mendesak agar nama Mang Koko dijadikan nama jalan. Agar sosoknya selalu terkenang," ujar Nunu. Dia mengatakan satu dari ratusan karya Mang Koko ialah tembang berjudul Badminton. "Lagu Badminton itu hits pada zamannya dan menasional. Walau pun lagu Sunda tapi dibawakan oleh artis-artis nasional seperti oleh mendiang Benyamin Sueb," ucap Koko juga tergolong seniman yang responsif terhadap keadaan dan situasi lingkungannya. "Lirik lagu-lagu yang dibuatnya banyak yang diilhami dari situasi lingkungan. Kemampuan menulis berdasarkan pengamatan juga dia buktikan dengan menjadi penulis di beberapa surat kabar," kata Mang Koko tak hanya sebatas lirik dan musik, namun juga piawai di bidang seni lainnya seperti seni drama. "Seniman yang masagi ideal, mengharumkan nama Tasikmalaya," ujar terkesan dengan salah satu ucapan Mang Koko yang menyebutkan bahwa seni adalah penghalus jiwa. "Seni penghalus jiwa, itu sangat relevan. Itu ada di salah satu kawih yang ditulisnya. Dia juga mengaku lebih senang disebut sebagai seorang penghalus jiwa," tutur Mang KokoBerdasarkan jurnal Kreativitas Mang Koko dalam Karawitan Sunda yang ditulis Tardi Ruswandi, Mang Koko memiliki nama lengkap Koko Koswara. Dia lahir di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, pada 24 November 1915, namun saat masuk sekolah formal tanggal kelahirannya diubah menjadi 10 April Koko merupakan anak tunggal dari pasangan M Ibrahim alias Sumarta dan Siti Hasanah. Darah seni Mang Koko berasal dari ayahnya yang merupakan seniman atau juru kawih atau penyanyi tembang Cianjuran dan Ciawian."Mang Koko termasuk salah seorang seniman yang produktif dalam membuat lagu. Seluruh ciptaannya tidak kurang dari 398 buah, baik vokal sekar maupun instrumental gending," tulis Tardi anak yang lahir di zaman kolonial, Mang Koko kecil termasuk beruntung karena bisa mengenyam pendidikan formal milik Belanda hingga setingkat SMP. Selain menekuni hobi berkesenian, dia pernah bekerja di Paguyuban Pasundan bidang pendidikan, kemudian bekerja di De Javasche Bank, sebuah lembaga keuangan milik Belanda, bekerja di surat kabar Harian Cahaya dan harian Suara Merdeka tahun 1950 hingga 1961, Mang Koko bekerja di Jawatan Penerangan Provinsi Jawa Barat. Di dekade 60 sampai 70-an, Mang Koko kemudian berusaha mewujudkan asanya yaitu menjadikan seniman sebagai seorang sarjana."Pada tahun 1974 yaitu setelah pensiun dari KOKAR Konservatori Karawitan Bandung, Mang Koko diangkat menjadi dosen Luar Biasa dan sekaligus diberi tugas sebagai Ketua Jurusan Karawitan ASTI Bandung, yang sesungguhnya merupakan hasil integrasi antara ASKI dan ASTI Bandung. Melalui pendidikan seni formal inilah, Mang Koko berharap agar ke depan para seniman harus bergelar sarjana, bukan bergelar 'Mang' seperti dirinya. Harapan Mang Koko tersebut akhirnya menjadi kenyataan, sehingga sekarang ini tingkat pendidikan seniman bukan saja sarjana, melainkan juga Magister dan Doktoral," tulis Tardi Ruswandi. iqk/iqk
Karya Mang Koko Sabilulungan dasar gotong royong Sabilulungan sipat silih royong Sabilulungan genteng ulah potong Sabilulungan "persatuan " tembong Tohaga Rohaka Teguh tanggoh perbawa sabilulungan Sadia Sajiwa Segut singkil ngabasmi pasalingsingan Karya Mang Koko Eh pasundan eksiganda Kuring nyaah ka andika Andika teh tanah endah Uparengga nusantara Sugih jiwa sugih bahan Linunturan kawibawaan Eh pasundan eksiganda Kuring nyaah ka andika Karya Mang Koko 1 Indonesia gemah ripah loh jinawi Alam endah, hejo lembok, sugih mukti Subur tutuwuhan Beunghar pepelakan Daun hejo ngemploh karaharjan lemah cai Kakayon tumuwuh subur pajangkung-jangkung Petetan ngawujud sirung pagulung-gulung Piraku rek rela Piraku rek tega Alam nu ngemploh hejo pinarengan Ngarangrangan teu kariksa 2 Tutuwuhan nutuo alas bandawasa Tatangkalan nutup gunung ngambah reuma Peryoga dijaga Diraksa diriksa Kakayon mangpaat, sumber kahirupan bangsa Mamala tanah ngeblak nungtun gimir ketir Bahaya gunung urug padataran banjir Rampak pada dokoh Samakta sosoroh Ngagarap tanah, ngeblak, dipelakan Tatangkalan, hejo ngemploh Karya Mang Koko 1 Teu honcewang sumoreang Tekadna pahlawan bangsa Cadu mundur pantrang mulang Mun maksud tacan laksana Berjuang keur lemah cai Lali rabi tur teugang pati Taya basa menta pamulang tarima Iklas rido keur korban merdeka 2 Sinatria danalaga Bela bangsa jeung nagara Dibarengan tekad suci Berjuang keur lemah cai Teu ngingeutkeun ka dirina Asal nagri bangsa waluya Kadar jembar raharja mukti wibawa Gembleng tujuan pahlawan bangsa Karya Mang Koko Rempug Jukung Pamuda Indonesia Tingkahna Waspada Ariatna Raksa Jaring Raga Sukma Kukuh Pengkuh Kuat Nahan Cocoba Lemah Cai Merdekana Abadi Urang Kabeh Pada Kagiliran Teguh Nempuh Perjuangan Rakyat Indonesia Ngajungjung Darajat Bangsa Karya Mang Koko 1 Tanah sunda gemah ripah Nu ngumbara suka betah Urang sunda sing toweksa Nyangga dharma anu nyata Seuweu pajajaran Muga tong kasmaran Sing tulaten jeung rumaksa Miara pakaya memang sawajibna Geten titen rumawat tanah pusaka 2 Titen kana harta banda Mo'kaduhung waktu jaga Anu lian moal bisa Ngatur ngolah jeung ngariksa Gembleng sauyunan Singkil babarengan Ngangkat darajat ki sunda Sunda kukuh kuat diraksa dirumat Pasti jembar wibawa Indonesia Mungkin sekian saja informasi yang bisa saya sampaikan tentang Kumpulan Lirik Lagu Sunda Karya Mang Koko, mohon maaf apabila ada kesalahan dari informasi yang saya sampaikan. Saya meminta dukungan kepada teman-teman semua dan para kakak-kakak, adik-adik, teteh-teteh, abang-abang blogger untuk membantu saya . apabila ada saran dan kritik untuk blog ini agar lebih baik kedepannya. . Saya mendapatkan Kumpulan Lirik Lagu Sunda Karya Mang Koko dikutip dari buku yang di cetak oleh Graphindo Group yang berjudul kumpulan lengkap Lagu wajib nasional dan lagu sunda yang di tulis oleh tim bina karya guru Dan saya ucapkan banyak terima kasih karena telah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Campur Sari Com.
Purnama Urang Nu Boga Hibar deui purnama, hibar na ati nyanding kembang malati nu kapiati aya asih sumérén dina lahunan aya deudeuh gumulung jero tangtungan urang teang, enung, poé isuk bulan sumedang wangi urang seuseut, enung, asih suci ari sumujud sari pangaji Gelar deui lalakon, gelar ayeuna nyampak lagu wirahma deudeuh kameumeut taman éndah dicipta tempat ngabungbang tepung teuteup duaan bunder kageugeut langit béngbras, euis, bulan pinuh ngagenyas sutra kadéwan angin lamping, eulis, ngelus laun ari haréwos béja kiriman Hayu enung patémbongan paheut jangji panganténan, geuning hayu enung patémbongan paheut jangji panganténan purnama urang nu boga ari purnama urang nu nampa. Longkéwang Baheula mun pareng nganjang suguhna imut nyi lanjang asih nu nganteur harepan pasini na kasadrahan. Mmmh, deudeuh teuing na peuting héab naraka aya nyawa milar raga bébéné mulang ti heula bébéné mulang ti heula. Mmmh, deudeuh teuing na peuting hujan cimata aya waruga palastra jajaka raheut haténa jajaka raheut haténa. Ayeuna mun pareng nganjang nu témbong ukur kalangkang mega mendung na jajantung lagu liwung na bangbarung. .. lagu liwung na bangbarung. Hareupeun Kaca Hareupeun kaca ngajanteng salila-lila roman alum gurat duka atra narémbongan hareupeun kaca sagala nu karandapan lalakon katukang-tukang nungtut narémbongan. Reueuk rumeuk dina eunteung semu keueung semu nineung jiwa awaking nyarita jiga nu nganaha-naha duh ieung geuning jiga nu nganaha-naha. Béjakeun deudeuh, bejakeun rumasa geus katalimbeng. Dina Jandela Tina jandéla urang silih gupayan lemu paneuteup deudeuh jeung geugeut neuteup eunteub tara nu nyora simpé henteu nyarita ngukir ciptaan tresna jeung asih marengan Lir nu keur ngimpi, lir nu keur ngimpi gambar lamunan naon geuning nu katepi. lir nu disirep, lir nu disirep geter katineung reureuh geuning, rep rerep. Tina jandéla urang silih kiceupan imut kareueut raga katresnaan padeukeut langit keur lenglang jauh tina kamelang urang jadikeun galeuh pasini lawungkeun. Bulan Langlayangan Peuting Bulan téh langlayangan peuting nu ditatar dipulut ku tali gaib entong salempang mun kuring miang ditatar ti Tatar Sunda dipulut nya balik deui ka dieu ieuh, masing percaya. Bedil geus dipéloran granat geus disoréndang ieu kuring arék miang jeung pasukan Siliwangi ka Jogja hijrah taat paréntah. Bulan téh langlayangan tineung nu ngoleang dipulut ku angin gaib entong salempang mun kuring anggang kapirarai tanah Sunda kacipta mun balik enung mapagkeun ieuh, di dora lembur. Bedil geus dipéloran granat geus disoréndang ieu kuring arék miang jeung pasukan nusaati ka wétan muru bijil balebat. Situ Aksan Situ Aksan.....Situ AksanPelesiran jeung lalayaranAndom suka seuseurianSempal guyon jeung gogonjakanSitu Aksan.....Situ AksanMatak betah mapay tambakanDipasieup kekembanganMatak seger nu jalan-jalanSitu Aksan.......Situ AksanKeur panglipur manah sungkawaTempat sirna pangbeberahNu nandang lara asmaraSitu di Kota BandungPanundung pikir keur bingungSitu Aksan tempat resmi narik asihCain cur cor hejo beresihMayarna teu sabarahaNu teu mampuh ge kadugaSitu Aksan..............Situ AksanSilih kaleng hiji pasanganTepak toel gogonjakanHoreng geuning anyar tunangan Wengi Enjing Tepang Deui Disimbutan ku halimundiaping ku indung peutinglalaunan ngalayangnasukma ninggalkeun jasmaniemh, aduh, sukma ninggalkeun jasmaningalayang ka awang-awangrét nepangan ka nu tebihnepungan ka urang gunungmalati di pinggir pasirkakara pisan ligarnakapendakna tacan lamikaturuban dangdaunankahempi ka nagara diburu dirungrumsawengi henteu kapanggihpatapan henteu kalanglangraraosan mah sawarsihemh, aduh, raraosan mah sawarsihhawar-hawar sora hayamciri parantos janarinu nyumput téh humarurungteungteuingeun milik diriharianeun teuing kadarmisahkeun anu keur asihkembang nganggo dihalanganditundung ku indung geus aya di pungkurindit haté mah murilitduh, indit haté mah gé da sumoréangParangtritis kapiatiaduh enung pileuleuyanwengi énjing tepang deui,duh, aduh, wengi énjing tepang deui. Samoja Kedalna asih na bulan pinuh mamanishiji jangji pasini na rasmining wancimangsa samoja jongjon kembanganduh eulis, langit lénglangangin rintih dina ati, aduhLalakon lawas na bulan pinuh katineungaya jangji pasini nu henteu ngajadimangsa samoja geus ngarangranganduh ieung, langit angkeubsamagaha dina haté, duhAyeuna kantun waasna, jungjunanlalakon ka tukang ditéang ngan ku ciptaankamari nu pamit, kamari nu pamitdatang deui na kalangkangAyeuna tinggal ngangresna, jungjunanlalakon nu pegat disambung ngan ku ciptaankamari nu leungit, kamari nu leungitrék lebeng mo deui datang Salempay Sutra Salempay sutraDisulam jeung dikarawangTawis soca ti jungjunanDuh ti jungjunanSalempay sutraDisulam mangrupa kembangTawis asih ti kakasihDuh ti kakasihNgaraketkeun hubungan batin duaanMupus waswas jeung cangcayaDijuruna disulam ngaran singgetanNgaran kuring jeung manehnaSalempay sutraDisulam jeung dikarawangTawis soca ti jungjunanDuh ti jungjunanHiji tawis soca deuh salempay sutraJadi jimat pangreugreug atiDisulam narawang deuh salempay sutraGeuning ngidem harepanSalempay sutraDisulam mangrupa kembangTawis asih ti kakasihDuh ti kakasih Angin Priangan Seungit angin PrianganNgusapan embun-embunan duh embun-embunanHawar-hawar rerendahan ngahariringAyun ambing ayun ambingSeungit angin kahyanganSumerepna lelembutan duh na lelembutanHawar-hawar rerendahan ngahariringEling-eling mangka elingDengkleung dengdek deungkleung dengdek sisi lampingAnu dewek enya anu kuringTanah wasiat tanah duriatAnu matak tibelat na raraosanDengkleung dengdek deungkleung dengdek sisi lampingAnu dewek enya anu kuringTanah katresna jati sarakanAnu tetep marengan na lelembutan Anggrek Japati Anggrek japati na cangkring keur karembanganSisi wahangan barodasKareta api geus datang sinyal geus mukaRek di stoplas CibodasGupay, gupay anakingGupay, gupay digupaykeun ku manehnaReumbay, reumbay anakingReumbayna nginjeum cipanon ti manehna Kembang Impian Antara lolongkrang kiceupurang pateuteupbulan pias enteupna lalangsé kayaskaca jandéla nu mukakaca katresna nu mukapeuting téh teuing ku jemplingasih téh teuing ku weningPangharepan lir laut nu jeroteu katepi ku sora panggerourang teuleuman ku geter deudeuh duaanurang tataran ku karep jeung pangharepanTong teuing ngedalkeun lisanurang gunemanna ciptaan bagja deukeut patémbongangeter ti ati ka atihiber jadina pasinisaranggeuy kembang impiansungkemeun kana lamunan Demi Wanci Demi wanci Satemenna jalma aya dina rugi Demi wanci Satemenna jalma aya dina rugi Iwal anu iman Iwal anu sholeh Nu silih wasiatan Dina bebeneran Iwal anu iman Iwal anu sholeh Nu silih wasiatan Dina kasabaran Wengi Enjing Tepang Deui Disimbutan ku halimun Diaping ku indung peuting Lalaunan ngalayangna Sukma ninggalkeun jasadna Emh aduh sukma ninggalkeun jasadna Ngalayang ka awang-awang Rek nepangan ka nu tebih Nepungan ka urang gunung Malati di pinggir pasir Kakara pisan ligarna Kapendakna tacan lami Katuruban dangdaunan Kaheumpikan nagasari Kembang diburu dirungrum Sawengi henteu kawangi Patapan henteu kalenglang Raraosan mah sawarsi Emh aduh raraosan mah sawarsi Hawar-hawar sora hayam Ciri parantos janari Nu nyumput teh humarurung Teungteuingeun milik diri Harianeun teuing kadar Misahkeun anu keur asih Kembang nganggo dihalangan Ditundung ku indung peuting Gunung geus aya di pungkur Indit hate mah murilit Duuuh indit hate mah murilit Miang ge da sumoreang Parangtritis kapiati Aduh Enung pileuleuyan Wengi enjing tepang deui Duh aduh wengi enjing tepang deui Hariring Nu Kungsi Nyanding Purnama nu kungsi leungit Ayeuna nganjang ka buruan deui Anu kungsi kapiati Kiwari urang ditepangkeun deui Hariring nu kungsi nyanding Ayeuna datang ngahaleuang deui Hayu patarema tineung Cacapkeun meungpeung aya kasempetan Ayeuna mangsa nu endah Hayu urang suka bungah Caang bulan opat belas Narawangan ati bangblas Reumis Beureum Dina Eurih Bray Balebat panghareupan Hayam raong patembalan Ngadigdig nyungsi laratan Neangan sugan jeung sugan Kamana atuh panutan Basa lembur kahuruan Duh kahuruan Jol ka lamping suku gunung Ditempo sugan dikedung Didongdon sugan ka lisung Ka sawah sugan ka saung Panutan geuning bet suwung Piraku rek niat pundung Rek niat pundung Harita teh geus bray-brayan Basa datang ka sempalan, ieuh Kembang eurih pareng neba Barodas baseuh cimata Harita teh geus enyay-nyayan Aya wirasat nu datang, ieuh Reumis beureum dina eurih Bareureum baseuh ku getih Gok amprok reujeung manehna Keur sare bangun nu tibra Imut mapag langit jingga Kembang eurih sasarapna Aduh geuning bareureum rupana Aduh nu sare dewang dadana Malati du Gunung Guntur Melati di Gunung Guntur Seungitna sungkeman ati Bodas sesetraning rasa Jadina dina mumunggang Leuweung larangan Malati di Gunung Guntur Hanjakal henteu dipetik Beja geus aya nu boga Ngahaja melak didinya Para guriang Ayeuna keur geus jauh Malati sosoca gunung Boa geus aya nu metik Duka ku saha Kamari jol aya beja Malati ratna mumunggang Pajar can aya nu metik Duka kunaon Malati di Gunung Guntur Ligar dina panineungan Na saha nu baris metik Kuring mah da puguh jauh Biheung kadongkang Cipt. Mang Koko Mangle Ampuh lungguh someah Tara rucah awuntah Resep cicing di imah Babalik pikir… Ka bioskop sok ngampleng Ka derenten ge suwung Ka pagade ge lebeng Babalik pikir… Di tepas teu tembong Bumi siga kosong Horeng susulumputan Ieuh sieun rekening… Cipt. Mang Koko Hamdan Hamdan lirobbil alamien Allohu rohman warrohim Qodkoruba fatul mubin Innahu huas samiul alim Puji kagungan pangeran Nu Maha Welas tur Heman Gusti mangka muka pura bagja Alloh ya Robbi Mantenna Maha Uninga Solawat solawatan Barokat barokatan A’la Muhammad Rosulih Wa’ala ali wasohbih Salam sinareng solawat Muga netes ka Muhammad Natrat ka para Karabat Para ahli jeung sahabat Cipt. Mang Koko Imut Malati Imut Malati, Wengi tadi geningan patepang deui Nu kapiati, Ti kapungkur jungjunan dianti-anti Ti gunung putri, Sareng saha nyalira lungsur ka landeuh Lagu kamari ngagalindeng lalakon Gending ka deudeuh Najan sakedap jorelat tunjung balebat Ku henteu terang mulihna Ku henteu terang mulihna eh… Naha kamana Najan mung imut saulas sakilat ilang Tansah kairut hanjakal teu sering tepang Ku henteu terang leosna Ku henteu terang leosna eh geunging kamana Cipt. Mang Koko
lirik lagu sunda mang koko